Skip to main content

Disiplin Ilmu adalah menguraikan KEBENARAN ISLAM, bukan menciptakan KEBENARAN baru

Ketika manusia dilahirkan di muka bumi ini, maka dihadapkanlah ia bermacam-maca ilmu pengetahuan yang disusun dalam berbagai disiplin ilmu. Apakah itu ilmu pengetahuan umum maupun ilmu pengetahuan agama. Yang didapat dari bangku-bangku sekolah dan perguruan tinggi.

Ilmu pengetahuan umum tercakup Matematika, Bahasa, Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Alam (SAINS), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Kimia, Biologi, Ilmu Politik, Ilmu Ekonomi, Ilmu Filsafat dan sebagainya.

Sedangkan Ilmu pengetahuan agama melingkupi Al-Quran Hadits, Aqidah Akhlak, Fiqh, Sejarah Kebudayaan dan Peradaban Islam dan sebagainya.

Intinya adalah banyak sekali disiplin ilmu yang wajib dipelajari oleh manusia yang tujuannya adalah mencerdaskan AKAL SEHAT. Bertambah Ilmu dan tercipta peradaban manusia.

Bila menguasai Ilmu pengetahuan Umum maka hasilnya terciptalah Ilmuan. Bila menguasai Ilmu pengetahuan Agama maka hasilnya terciptalah Ulama/pemuka agama. Bila menguasai setengah-setengah maka hasilnya terciptalah masyarakat AWAM.

Bila hanya berhenti disitu maka terjadilah kegagalan "semu" dari tujuan berilmu secara hakiki. Artinya, disadari atau tidak. diakui atau tidak maka terjadilah pemisahan/furu`iyyah antara "ilmuwan" dan "ulama". Seakan-akan "ilmuwan" menguasai dunia. dan "ulama/pemuka agama" menguasai akhirat.

"Disiplin Ilmu itu untuk menguraikan KEBENARAN, bukan menciptakan KEBENARAN baru".

Kalau "ilmuwan" dan "ulama" bisa akur dan saling melengkapi. Tidak jadi soal. Malah itulah substansinya bila masyarakat "AWAM" mau dan mampu membaca situasi itu.

Tetapi yang terjadi, tidak sedikit menjadikan "ilmuwan", "ulama" dan disiplin ilmu yang dikuasai dijadikan "TUHAN" dan "MAHA BENAR ILMUWAN & ULAMA atas segala ilmunya". Maka tampaklah FIRQAH (Perpecahan) dan  TAQLID di kalangan masyarakat AWAM.

Yang disayangkan malah "ILMUWAN" dan "ULAMA" tidak mau atau kurang mengingatkan kepada MURID (PENGEKOR)nya bahwa ILMU itu tidak STAGNAN. dia akan terus berkembang. Yang STAGNAN itu adalah KEBENARAN. dan KEBENARAN itu adalah TUHAN YANG MAHA TAHU, yaitu ALLAH SWT sang pencipta ALAM SEMESTA. dan SUMBER ILMU PENGETAHUAN ITU ADALAH ISLAM. Dan sumber ISLAM itu adalah KITABNYA, AL-QURAN.

Padahal para Imam Mazhab Fiqh pernah mengingatkan "bila ada pendapat kami yang bertentangan dengan Al-Quran AsSunnah maka jangan ikuti pendapat itu."

Itu poinnya. Bahwa Disiplin Ilmu itu untuk menguraikan KEBENARAN, bukan menciptakan KEBENARAN baru. Silahkan simpul sendiri. Wallaahu a`lam.

Comments