Skip to main content

Islam itu agama Manusia

Islam itu adalah agama manusia yang dilekatkan pada diri setiap manusia sejak dalam kandungan ibunya. Hal ini tersurat dalam Al-A`raaf ayat 172. Dimana para calon bayi mengikatkan diri dengan Tuhannya.

Kemudian dalam prosesnya manusia itu terlahir dari dua kelompok agama. Yaitu kelompok muslim dan kelompok non Muslim.

Terlahir dari kelompok muslim maksudnya adalah terlahir dari keluarga orang Islam. Maka Islamlah ia sampai dimana mempertahankan keislamannya. Semestinya keislamannya sampai titik darah penghabisan (mati dalam keadaan muslim). Sebagaimana tersurat dalam Ali Imran ayat 102

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. "

"Islam itu adalah agama manusia yang dilekatkan pada diri setiap manusia sejak lahir. Kemudian dalam prosesnya manusia itu terlahir dari dua kelompok agama. Yaitu kelompok muslim dan kelompok non Muslim."

Sedangkan yang dimaksud dengan terlahir dari kelompok non muslim artinya adalah terlahir dari keluarga yang bukan orang Islam. Maka agamanya tergantung dari keluarganya sampai ia mau dan mampu kembali kepada agama asalnya yaitu Islam dengan menyandang status muallaf.

Maka kedua kelompok itu tugasnya berbeda. Dari yang terlahir dari kelompok muslim maka tugasnya adalah mempertahankan keislamannya sampai ia kembali kepada Allah.

Sedangkan yang terlahir dari kelompok non muslim maka tugasnya adalah mengembalikan keislamannya sesuai dengan kehendak Tuhan dan kehendak dirinya. Kalau dirinya tidak mau maka Tuhanpun tidak akan membuka pintu hidayahNya. Bila dirinya mau sedikit saja berbuka diri maka Tuhan akan membuka pintu hidayahNya seluas-seluasnya. Hal ini dapat dilihat bagaimana Umar ra. yang mula-mula kafir kemudian berislam bahkan membela dan berbuat untuk Islam dengan dibuktikan berbagai prestasinya. Seperti yang dinikmati sampai sekarang yaitu usulannya membukukan Al-Quran dan membuat kalender hijriyah sebagai pedoman melaksanakan ibadah-ibadah maghdhah (khusus) seperti kapan puasa, hari raya dan haji.

"Maka kedua kelompok itu tugasnya berbeda. Dari yang terlahir dari kelompok muslim maka tugasnya adalah mempertahankan keislamannya sampai ia kembali kepada Allah. Sedangkan yang terlahir dari kelompok non muslim maka tugasnya adalah mengembalikan keislamannya sesuai dengan kehendak Tuhan dan kehendak dirinya. Kalau dirinya tidak mau maka Tuhanpun tidak akan membuka pintu hidayahNya. Bila dirinya mau sedikit saja berbuka diri maka Tuhan akan membuka pintu hidayahNya seluas-seluasnya."

Dengan demikian, apabila dipahami betul-betul Islam itu secara rasional dengan dasar petunjuk Al-Quran dan AsSunnah maka tugas utama kita sebagai orang Islam yang ditetapkan lahir dari keluarga muslim adalah MEMPERTAHANKAN KEISLAMAN ITU SAMPAI AJALNYA TIBA dengan cara terus mempelajari, memahami dan mengamalkan Islam secara komprehenshif (menyeluruh). Bukan parsial apalagi hanya sekadar ikut-ikutan saja. Sebagaimana yang tersurat Al-Baqarah ayat 208

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. "

Soalnya adalah berapa banyak orang Islam mau dan mampu memahami Islam secara rasional (akal pikiran yang sehat) ? Wallaahu a`laam bissowab

NB. Mohon kritik dan saran (Watawaa shoubil haq watawaa shobissobri)

Penulis adalah Guru S1 Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam

Comments