Tiap tanggal 14 Februari, sebahagian orang di muka bumi ini menjadikan hari itu sebagai hari berkasih sayang atau disebut dengan Valentine Day. Baik bagi kalangan muda maupun tua. Biasanya ditandai dengan warna serba violet atau ungu. Tukar-tukaran hadiah. Bahkan ada pula yang bertukar-tukaran pasangan sebagai bentuk berkasih sayang. Barangkali dengan tanpa menuduh bahwa bagi orang di luar Islam ada yg membolehkan hal itu. Tetapi bagi Islam hal tersebut dilarang dan terlarang. Karena itu sudah masuk dalam kategori ZINA.
Tetapi bila sudah menyangkut tukar-tukaran pasangan maka itu soalnya. Dan dianggap sebagai legilasasi Perzinahan. Sehingga rusak hubungan sosial. Akhirnya pergaulan bebas terjadi. Dan bila itu terjadi maka norma sosial dan agamapun dilabrak. Kacaulah akhirnya.
Dalam Islam, hari kasih sayang itu tidak ada. Kasih sayang itu berlaku sepanjang hari sampai kiamat tiba. Karena kasih sayang bagi Islam adalah terciptanya SAKINAH MAWADDAH WARAHMAH, yaitu TENTRAM, DAMAI dan SEJAHTERA dalam bentuk PERNIKAHAN, POLIGAMI dan BAKTI SOSIAL. Dan itu tidak mesti di hari-hari tertentu seperti pada tanggal 14 Februari. Kapan saja bisa dilaksanakan. Bila calon pasangan sudah siap lahir bathin untuk menikah.
Intinya, berkasih sayang model Islam adalah Ta`awanuu `alaal birri wat taqwa (berkasih sayang dalam bingkai kebaikan dan ketakwaan). Bukan perzinahan dan pergaulan bebas tanpa syarat.
Maka dengan bijak, penulis menyarankan bila pada tanggal 14 Februari itu sebaiknya tiada diperingati sebagai hari kasih sayang. Tetapi menarik juga untuk diadakan diskusi publik di kalangan pelajar untuk memberikan pengertian dan pemahaman bahwa valentine day itu bukan tradisi Islam dan tidak patut dirayakan. Dan hal ini mesti terus dikampanyekan agar generasi muda Islam tidak latah dan terjebah dengan berkasih sayang yang semu. dan justru menyesatkan. Wallaahu `alam.
"Dalam Islam, hari kasih sayang itu tidak ada. Kasih sayang itu berlaku sepanjang hari sampai kiamat tiba. Karena kasih sayang bagi Islam adalah terciptanya SAKINAH MAWADDAH WARAHMAH, yaitu TENTRAM, DAMAI dan SEJAHTERA dalam bentuk PERNIKAHAN, POLIGAMI dan BAKTI SOSIAL. Dan itu tidak mesti di hari-hari tertentu seperti pada tanggal 14 Februari. Kapan saja bisa dilaksanakan. Bila calon pasangan sudah siap lahir bathin untuk menikah."
Awalnya tradisi itu tidak ada masalah bila sepanjang dalam rangka sebagai momentum pentingnya berkasih sayang antar ummat manusia dan yang ditukar itu adalah cinderamata yang dibolehkan.Tetapi bila sudah menyangkut tukar-tukaran pasangan maka itu soalnya. Dan dianggap sebagai legilasasi Perzinahan. Sehingga rusak hubungan sosial. Akhirnya pergaulan bebas terjadi. Dan bila itu terjadi maka norma sosial dan agamapun dilabrak. Kacaulah akhirnya.
Dalam Islam, hari kasih sayang itu tidak ada. Kasih sayang itu berlaku sepanjang hari sampai kiamat tiba. Karena kasih sayang bagi Islam adalah terciptanya SAKINAH MAWADDAH WARAHMAH, yaitu TENTRAM, DAMAI dan SEJAHTERA dalam bentuk PERNIKAHAN, POLIGAMI dan BAKTI SOSIAL. Dan itu tidak mesti di hari-hari tertentu seperti pada tanggal 14 Februari. Kapan saja bisa dilaksanakan. Bila calon pasangan sudah siap lahir bathin untuk menikah.
"Intinya, berkasih sayang model Islam adalah Ta`awanuu `alaal birri wat taqwa (berkasih sayang dalam bingkai kebaikan dan ketakwaan). Bukan perzinahan dan pergaulan bebas tanpa syarat."
Dengan berkasih sayang maka tumbuh kebersamaan dan saling pengertian sesama manusia. Dan hal itu tetap ada batasan yang normal. Apakah antara anak dan orang tua. antara murid dan guru. antara istri dan suami. antara ummat beragama, maupun antara ummat tidak beragama.
Intinya, berkasih sayang model Islam adalah Ta`awanuu `alaal birri wat taqwa (berkasih sayang dalam bingkai kebaikan dan ketakwaan). Bukan perzinahan dan pergaulan bebas tanpa syarat.
Maka dengan bijak, penulis menyarankan bila pada tanggal 14 Februari itu sebaiknya tiada diperingati sebagai hari kasih sayang. Tetapi menarik juga untuk diadakan diskusi publik di kalangan pelajar untuk memberikan pengertian dan pemahaman bahwa valentine day itu bukan tradisi Islam dan tidak patut dirayakan. Dan hal ini mesti terus dikampanyekan agar generasi muda Islam tidak latah dan terjebah dengan berkasih sayang yang semu. dan justru menyesatkan. Wallaahu `alam.

Comments
Post a Comment